Repository Pascasarjana

Universitas Langlangbuana

  • Beranda
  • Informasi
  • News
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesia Bahasa Jepang Melayu Persia Russian Thai Turkish Urdu

Search by:

All Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of IMPLIKASI HUKUM PERUBAHAN NOMENKLATUR BANK PERKREDITAN RAKYAT MENJADI BANK PEREKONOMIAN RAKYAT TERHADAP PEMBANGUNAN DAERAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 2023 TENTANG PENGEMBANGAN DAN PENGUATAN SEKTOR KEUANGAN

Text

IMPLIKASI HUKUM PERUBAHAN NOMENKLATUR BANK PERKREDITAN RAKYAT MENJADI BANK PEREKONOMIAN RAKYAT TERHADAP PEMBANGUNAN DAERAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 2023 TENTANG PENGEMBANGAN DAN PENGUATAN SEKTOR KEUANGAN

AEP HENDAR CAHYAD - Personal Name;

Judul penelitian “Implikasi Hukum Perubahan Nomenklatur Bank Perkreditan Rakyat Menjadi Bank Perekonomian Rakyat Terhadap Pembangunan Ekonomi Daerah dan Regulasi Daerah: Analisis Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami konsekuensi hukum dan kelembagaan dari transformasi nomenklatur BPR yang bertujuan memperkuat sistem keuangan mikro dan mendorong pembangunan ekonomi daerah. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana implikasi hukum perubahan nomenklatur tersebut terhadap regulasi daerah dan sejauh mana dampaknya terhadap penguatan peran BPR dalam pembangunan ekonomi lokal.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dan empiris, dengan analisis terhadap peraturan perundang-undangan, kebijakan OJK, serta studi lapangan pada BPR milik pemerintah daerah di Provinsi Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, wawancara, dan observasi terhadap proses implementasi perubahan nomenklatur dan penyesuaian regulasi daerah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan nomenklatur memperkuat legitimasi hukum, tata kelola, dan fungsi BPR dalam mendukung ekonomi daerah, namun implementasinya masih menghadapi kendala regulatif, birokratis, serta keterbatasan sumber daya manusia dan digitalisasi. Penelitian ini menyimpulkan perlunya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan OJK dalam memastikan harmonisasi regulasi serta optimalisasi peran Bank Perekonomian Rakyat sebagai penggerak utama perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan.


Ketersediaan
457L210230059My LibraryTersedia
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Bandung : ., 2025
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • IMPLIKASI HUKUM PERUBAHAN NOMENKLATUR BANK PERKREDITAN RAKYAT MENJADI BANK PEREKONOMIAN RAKYAT TERHADAP PEMBANGUNAN DAERAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 2023 TENTANG PENGEMBANGAN DAN PENGUATAN SEKTOR KEUANGAN
Komentar

You must be logged in to post a comment

Repository Pascasarjana
  • Beranda
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

Repository Skripsi merupakan repository institusi Pascasarjana Universitas Langlangbuana untuk menerbitkan skripsi mahasiswa. Skripsi yang diterbitkan berasal dari program pascasarjanathis link

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject


© 2026 — Pascasarjana

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer science, information & general works
  • Philosophy & psychology
  • Religion
  • Social sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied sciences
  • Arts & recreation
  • Literature
  • History & geography
Advanced Search