Repository Pascasarjana

Universitas Langlangbuana

  • Beranda
  • Informasi
  • News
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesia Bahasa Jepang Melayu Persia Russian Thai Turkish Urdu

Search by:

All Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA EUTHANASIA OLEH DOKTER
TERHADAP PASIEN PENDERITA PENYAKIT KRONIS
BERDASARKAN HUKUM PIDANA INDONESIA

Text

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA EUTHANASIA OLEH DOKTER TERHADAP PASIEN PENDERITA PENYAKIT KRONIS BERDASARKAN HUKUM PIDANA INDONESIA

Henry Jerikho Maruli - Personal Name;

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendapatkan
gambaran bentuk pertanggungjawaban pidana dokter dan implikasinya dalam
konteks tindakan euthanasia yang diajukan oleh pasien penderita penyakit kronis
berdasarkan hukum Pidana Indonesia. Euthanasia aktif dan pasif termasuk aspek
yang di analisis pada tesis ini.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, yang
bertujuan menganalisis hukum berdasarkan norma, prinsip, dan aturan yang
terdapat dalam peraturan perundang-undangan. Selain itu, metode deskriptif
analitis diterapkan untuk memberikan gambaran mendalam mengenai fenomena
yang diteliti. Penelitian ini mengandalkan data sekunder dari berbagai sumber,
termasuk bahan hukum primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui studi kepustakaan, yang mencakup analisis terhadap literatur yang
relevan.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bawah, pertama: Pertanggungjawaban
pidana dokter dalam konteks medis merujuk pada kewajiban mematuhi standar
etika dan hukum dalam praktik medis. Euthanasia, baik aktif maupun pasif,
bertentangan dengan hukum dan etika yang berlaku di Indonesia. Meski
didasarkan pada informed consent dan kondisi pasien yang kronis, tindakan
euthanasia tetap tidak sah. Dokter yang melakukan euthanasia menghadapi
konsekuensi hukum berupa pidana penjara paling lama hingga 15 tahun serta
sanksi administratif seperti pencabutan izin praktik, peringatan, atau denda
administratif. Kedua: Implikasi hukum pidana terhadap praktik euthanasia di
Indonesia menegaskan bahwa dokter dilarang melakukan euthanasia, baik aktif
maupun pasif, dalam kondisi apapun, termasuk pasien kronis.


Ketersediaan
387L210230005My LibraryTersedia
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
L210230005
Penerbit
Bandung : ., 2024
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Euthanasia
Pertanggungjawaban Pidana
Hukum Pidana
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA EUTHANASIA OLEH DOKTER TERHADAP PASIEN PENDERITA PENYAKIT KRONIS BERDASARKAN HUKUM PIDANA INDONESIA
Komentar

You must be logged in to post a comment

Repository Pascasarjana
  • Beranda
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

Repository Skripsi merupakan repository institusi Pascasarjana Universitas Langlangbuana untuk menerbitkan skripsi mahasiswa. Skripsi yang diterbitkan berasal dari program pascasarjanathis link

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject


© 2026 — Pascasarjana

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer science, information & general works
  • Philosophy & psychology
  • Religion
  • Social sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied sciences
  • Arts & recreation
  • Literature
  • History & geography
Advanced Search