Text
EFEKTIVITAS BESARAN SANKSI DENDA ATAS KETERLAMBATAN PENGUJIAN BERKALA ANGKUTAN MOBIL BARANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DIKAITKAN DENGAN TEORI KESEJAHTERAAN
Kendaraan bermotor yang akan dioperasikan di jalan wajib melakukan dua pengujian, yaitu; uji tipe dan uji berkala. Penelitian tesis ini terkait dengan uji berkala yang dilakukan terhadap mobil angkutan barang. Pengujian berkala meliputi kegiatan; (1) pemeriksaan dan pengujian fisik kendaraan bermotor, dan (2) pengesahan hasil uji. Kegiatan pemeriksaan dan pengujian fisik kendaraan bermotor dapat dilaksanakan salah satunya oleh unit pelaksanaan pengujian pemerintah kabupaten/kota. Terhadap pengujian kendaraan bermotor dipungut retribusi atas pelayanan pengujian kendaraan bermotor. Dalam hal ini objek retribusi pengujian kendaraan bermotor adalah jasa pelayanan yang disediakan atau diberikan pemerintah daerah berupa pelayanan pengujian kendaraan bermotor. Terhadap keterlambatan kewajiban uji berkala kendaraan bermotor tersebut, pemilik kendaraan bermotor diwajibkan membayar sanksi Administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) setiap bulan dari nilai retribusi yang terutang. Identifikasi masalah penelitian tesis ini adalah: Pertama; Bagaimanakah efektifitas denda atas keterlambatan pengujian berkala angkutan mobil angkutan barang? Kedua; Bagaimanakah upaya yang dapat dilakukan agar sanksi denda atas keterlambatan pengujian berkala angkutan mobil angkutan barang dapat ditingkatkan efektifitasnya?
Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, atau dikenal juga penelitian hukum doktrinal. Penelitian ini menggunakan data sekunder sebagai data utamanya, yang kemudian terhadap data sekunder tersebut dilakukan kategorisasi sehingga menjadi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Meskipun demikian penelitian ini juga menggunakan data primer sebagai data pelengkap. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis, yang menggunakan data kualitatif berupa rangkaian kata-kata dalam kalimat. Sementara itu data penelitian dikumpulkan oleh peneliti melalui studi dokumentasi yang dilakukan di tempat dokumen yang diperlukan berada.
Kesimpulan penelitian tesis ini adalah, Pertama; Denda administratif atas keterlambatan pengujian berkala mobil angkutan barang sebesar 2% dari nilai retribusi terhutang untuk setiap bulannya berdasarkan fakta di Kabupaten Kuningan tahun 2020 sampai dengan tahun 2022 adalah tidak efektif. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan terus meningkatnya jumlah mobil angkutan barang yang tidak melakukan pengujian berkala antara tahun 2020 sampai dengan tahun 2022. Kedua; upaya yang dapat dilakukan agar sanksi denda atas keterlambatan pengujian berkala mobil angkutan barang dapat ditingkatkan efektifitasnya adalah dengan menaikan nilai denda administratif atas keterlambatan pengujian berkala mobil angkutan barang dan/atau mengoperasionalkan sanksi pidana atas retribusi pengujian kendaraan bermotor yang terutang.
| 358 | L210210018 | My Library | 利用可能日 |
No other version available