Repository Pascasarjana

Universitas Langlangbuana

  • Beranda
  • Informasi
  • News
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesia Bahasa Jepang Melayu Persia Russian Thai Turkish Urdu

Search by:

All Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of URGENSI DAN TANTANGAN PERLINDUNGAN HUKUM 
BAGI KONSUMEN DALAM PRAKTIK PENAWARAN PERDANA KOIN KRIPTO DI INDONESIA

Text

URGENSI DAN TANTANGAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN DALAM PRAKTIK PENAWARAN PERDANA KOIN KRIPTO DI INDONESIA

Ade Rizki Saputra - Personal Name;

Penawaran umum perdana koin kripto, atau yang biasa dikenal sebagai Initial Coin Offering (ICO), merupakan mekanisme baru dalam menghimpun modal usaha dari masyarakat sebagai pelanggan koin kripto yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan start-up. Mekanisme transaksi koin kripto dalam ICO melibatkan pelaku usaha (yang menerbitkan dan mengembangkan koin), kemudian koin tersebut ditawarkan kepada masyarakat secara umum. Mekanisme ini tidak luput dari risiko, seperti yang terjadi di China dan Vietnam, yang mengakibatkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah. Namun, hingga saat ini masyarakat tidak memiliki dasar hukum untuk menuntut ganti rugi karena tidak adanya regulasi yang secara khusus mengatur atau melarang praktik ICO. Hal ini menunjukkan adanya kekosongan hukum terkait mekanisme ICO di Indonesia.Berkaitan dengan hal itu melalui penelitian iniperlu dikaji: Pertama, Bagaimana perlindungan hukum terhadap pelanggan pada penawaran perdana koin kripto (Initial Coin Offering)? Kedua, Bagaimana aspek legalitas terhadap praktik penawaran perdana koin kripto (Initial Coin Offering) dalam perdagangan koin kripto?
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, serta wawancara dengan pihak terkait, khususnya BAPPEBTI.
Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, ketiadaan regulasi dan standar dalam penyusunan whitepaper menimbulkan risiko seperti kurangnya informasi dan potensi penipuan. Oleh karena itu, diperlukan regulasi khusus yang melindungi konsumen dengan mengadopsi prinsip-prinsip IPO, namun tetap mempertimbangkan karakteristik blockchain. Kedua, Regulasi ini harus mencakup transparansi, pengawasan, tanggung jawab hukum, dan hak konsumen untuk mendapat ganti rugi. Sebagai contoh, Indonesia bisa mengadopsi pendekatan dari Amerika Serikat seperti Howey Test dan penggunaan escrow dalam ICO. Regulasi ini penting untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan konsumen di tengah berkembangnya pasar aset digital.


Ketersediaan
418L210230005My LibraryTersedia
Informasi Detil
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Bandung : ., 2025
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Perlindungan Konsumen, Kepastian Hukum,
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

You must be logged in to post a comment

Repository Pascasarjana
  • Beranda
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

Repository Skripsi merupakan repository institusi Pascasarjana Universitas Langlangbuana untuk menerbitkan skripsi mahasiswa. Skripsi yang diterbitkan berasal dari program pascasarjanathis link

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject


© 2026 — Pascasarjana

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer science, information & general works
  • Philosophy & psychology
  • Religion
  • Social sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied sciences
  • Arts & recreation
  • Literature
  • History & geography
Advanced Search